Showing posts with label Setu Babakan. Show all posts
Showing posts with label Setu Babakan. Show all posts

Thursday, March 16, 2017

Citra Destinasi Setu Babakan Mempengaruhi Loyalitas Pengunjungnya

Pengaruh antara Citra Destinasi dengan Loyalitas Destinasi


Komunitas OSEBA
Semakin baik citranya semakin loyal juga pengunjungnya. Setu Babakan yang identik dengan Kebudayaan Betawi, pada umumnya mayoritas pengunjungnya adalah masyarakat sekitar Setu Babakan atau dari daerah lain yang relatif dekat ke Jakarta Selatan, seperti Jakarta Timur, Depok dan Bekasi. Hal ini terlihat dari hasil penelitian pada tahun 2016 dimana mayoritas pengunjung dari Jakarta Selatan sebanyak 28,6%, Jakarta Timur sebanyak 26,4%, Bekasi 19,3%, Depok 10,7% dan sisanya dari daerah lain seperti Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Bogor, dll. Mayoritas responden berasal dari suku Jawa sebanyak 42,9% dan bersuku Betawi sebanyak 30,7%. Dengan adanya Setu Babakan sebagai objek wisata menjadikan alternatif pilihan bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengisi waktu luang seperti berolah raga, berekreasi, melihat pagelaran kebudayaan Betawi, wisata kuliner khas Betawi, dan lain-lain  dengan biaya yang dikeluarkan relatif murah. Jika citra Setu Babakan sebagai Perkampungan Budaya Betawi dengan lingkungan yang masih asri tetap terjaga baik maka loyalitas pengunjung akan baik, namun jika citranya buruk maka pengujung akan beralih ke tempat-tempat lain yang lebih baik.
Acara serta hiburan yang ditampilkan menjadi penilaian tersendiri bagi pengunjung dalam menilai suatu objek wisata. Jika Setu Babakan sepi hiburan maka citranya akan buruk di masyarakat dan tentu saja masyarakat akan enggan berkunjung atau kembali lagi ke Setu Babakan. Berdasarkan angket responden dapat dilihat bahwa sekitar 30% responden masih ragu dan tidak setuju terhadap informasi dari internet mengenai acara yang disajikan di Setu Babakan beragam dan menarik. Informasi mengenai acara mayoritas berisi hiburan tradisional yang kemasan acaranya masih sederhana sehingga kurang menarik bagi sebagian orang. Selain itu belum ada atraksi wisata yang menarik yang dapat dinikmati seluruh keluarga selain danau dan acara tradisonal Betawi.
Salah satu sisi gedung di Setu Babakan
Akses jalan serta infrastruktur penunjang menjadi perhatian penting bagi pengunjung dalam menilai dan mengunjungi Setu Babakan. Jika kondisinya memadai maka citranya akan baik dan tentu saja pengunjung akan datang kembali di lain waktu, namun jika kondisinya buruk maka tentu saja pengunjung akan enggan kembali lagi. Berdasarkan data angket responden dapat diketahui bahwa sekitar 50% responden ragu-ragu dan tidak setuju bahwa fasilitas umum di Setu Babakan terawat dan memadai. Kondisi jalan juga dinilai masih kurang, dimana sekitar 40% responden meragukan dan tidak setuju bahwa kondisi jalan di Setu Babakan citrnya bagus.
Dimensi harga dan nilai, terutama harga makanan dan minuman yang dijual di PBB Setu Babakan juga harus diperhatikan. Berdasarkan data deskripsi variabel Citra destinasi, jumlah responden yang meragukan kewajaran harga makanan dan minuman sebesar 25,7% dan yang menyatakan tidak wajar sekitar 11%. Jika hal ini terus berlanjut maka citra Setu Babakan akan buruk bagi para pecinta kuliner, dan bukan tidak mungkin pengunjung akan beralih ke tempat-tempat lain untuk membeli  makanan & minuman sejenis yang harganya relatif lebih murah.
Saran
Pengelola PBB Setu Babakan hendaknya meningkatkan kuantitas serta kualitas acara-acara dan hiburan yang ditampilkan, termasuk menciptakan terobosan-terobosan baru dalam acara musik dan kesenian yang berciri khas Betawi namun disukai berbagai lapisan masyarakat, terutama anak-anak muda, termasuk mengadakan acara dan kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari sehingga potensi wisata Setu Babakan dapat dikembangkan secara maksimal. Selain itu atraksi wisata yang tersedia hendaknya dibuat beragam dan benar-benar unik dan menjadi ciri khas Setu Babakan namun dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga yang datang;
Pengelola PBB Setu Babakan hendaknya meningkatkan meningkatkan keamanan, menjaga kebersihan danau dan lingkungan sekitar, menjaga sikap dan keramahan pedagang dan warga sekitar, pengadaan lokasi parkir yang memadai, dan menciptakan suasana lingkungan yang sejuk dan nyaman dengan cara merawat pohon serta fasilitas-fasilitas umum yang tersedia.  Selain itu hendaknya diadakannya pembinaan para pedagang sehingga kebersihan dan kualitas barang dagangannya tetap terjamin dan harga-harga barang dagangan juga harus diperhatikan sehingga pengunjung merasa nyaman dan tidak merasa dirugikan
Selain homestay, di area PBB Setu Babakan hendaknya dibuat hotel-hotel atau tempat penginapan yang memadai, yang sebelum pembangunannya diawali dengan perencanaan dan studi kelayakan yang matang di sekitar lokasi objek wisata tanpa meninggalkan aspek norma dan kultural masyarakat sekitar. Keberadaan hotel-hotel ini diharapkan akan meningkatkan daya tarik pengunjung terutama pengunjung dari luar daerah. Peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam mendukung pembangunan hotel-hotel atau penginapan ini, baik sebagai investor, karyawan hotel, maupun sebagai pelaku bisnis pendukung hotel-hotel tersebut sehingga tingkat perekonomian masyarakat dapat ditingkatkan.

baca juga : 

Citra destinasi mempengaruhi Kepuasan wisatawan Setu Babakan


sumber : 

Monday, March 13, 2017

Citra destinasi mempengaruhi Kepuasan wisatawan Setu Babakan

Pengaruh antara Citra destinasi dengan Kepuasan wisatawan
Semakin baik komponen pelayanan suatu produk wisata maka akan semakin baik pula tingkat kepuasan pengunjungnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2016, dari sembilan dimensi penyusun Citra destinasi, delapan dimensi mempengaruhi Citra destinasi  PBB Setu Babakan, yaitu : wisata alam, acara dan hiburan, atraksi bersejarah/budaya, infrastruktur, aksesibilitas, relaksasi, kegiatan luar ruangan serta harga dan nilai, sedangkan satu dimensi, yaitu : lingkungan PBB Setu Babakan, tidak mempengaruhi Citra destinasinya.
Untuk dimensi lingkungan, berdasarkan angket terlihat bahwa penilaian responden mengenai informasi yang didapat dari internet mengenai keamanan di Setu Babakan terjamin, sekitar 30% menyatakan ragu-ragu dan tidak setuju akan hal tersebut. Hal ini terkait dengan keamanan pengunjung pada malam hari, selain minimnya lampu penerangan sekitar danau, tenaga kemananan yang bertugas juga dirasa masih kurang, terutama kemananan di lokasi parkir yang belum terpusat lokasinya. Untuk kebersihan, sekitar 34% ragu-ragu dan tidak setuju bahwa informasi yang beredar di internet bahwa kebersihan Setu Babakan terjaga baik. Kebersihan danau dipengaruhi air dari sungai yang masuk ke danau, sehingga bila air sungai kotor atau membawa sampah maka sampah tersebut akan masuk ke danau. Sudah ada petugas kebersihan danau yang didukung satu perahu boot namun terkadang petugas kebersihan baru bekerja pada pagi hari setelah banyak pengunjung yang datang, sehingga pengunjung masih melihat banyak sampah di danau. Selain itu kerapihan sekitar danau dinilai masih kurang, diantaranya jalan yang tidak rata, pagar di pinggir danau yang rusak, lampu penerangan yang rusak, dan keberadaan para pedagang yang belum teroganisir.
Untuk hal suasana, sekitar 20% responden meragukan dan tidak setuju bahwa informasi yang didapat dari internet bahwa di Setu Babakan suasananya menyenangkan. Hal ini terlihat dari kurang terawatnya sebagian sisi danau dan pohon-pohon pelindungnya sehingga terkesan gersang. Selain itu juga penilaian responden mengenai keramahan warga sekitar masih ada sekitar 15% yang ragu dan ketidaksetujuannya mereka mengenai keramahan warga sekitar di Setu Babakan. Hal ini terjadi terutama pada malam hari dimana pengunjung dilarang masuk oleh warga sekitar ke lokasi PBB Setu Babakan.
Setu Babakan yang memiliki citra sebagai pusat Perkampungan Budaya Betawi yang masih asri dan menarik perhatian pengunjungnya untuk menikmati objek wisata alam berupa danau dan atau pagelaran kesenian Betawi sambil menikmati kuliner khas Betawi di pinggiran kota Jakarta dengan biaya murah meriah. Jika pengujung yang datang mengalami hal yang sesuai dengan gambarannya maka kepuasan pengunjung akan tercipta. 
Berkembang pesatnya teknologi informasi dan foto digital memungkinkan seorang fotografer mengambil gambar/foto lingkungan Setu Babakan pada sudut-sudut tertentu serta mengeditnya agar terlihat menjadi sangat rimbun dan sejuk, namun tidak seluruhnya benar jika melihat kondisi langsung di lapangan. Foto-foto tersebutlah yang nanatinya akan beredar di internet dan diakses masyarakat khususnya para calon pengunjung. Setu Babakan yang lokasinya masih di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan, pengguna internet menganggap memiliki keadaan lingkungan yang relatif sama dalam hal keamanan, kebersihan, keramahan warga sekitar, suasana lingkungan  serta keadaan cuaca dengan lokasi-lokasi lain di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan. Jika Setu Babakan memiliki lingkungan yang benar-benar beda dengan wilayah lain di Jakarta maka akan Setu Babakan akan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Dengan demikian lingkungan yang sejuk dan asri harus benar-benar diciptakan di Setu Babakan untuk memuaskan pengunjung yang datang.

baca juga : Kepuasan tidak mempengaruhi loyalitas pengunjung Setu Babakan

sumber : 

Wednesday, March 1, 2017

Kepuasan tidak mempengaruhi loyalitas pengunjung Setu Babakan

Analisis Pengaruh antara Kepuasan Wisatawan dengan Loyalitas Destinasi PBB Setu Babakan

Pengunjung memadati Setu Babakan
Pada umumnya Kepuasan akan mempengaruhi Loyalitas, namun pada penelitian ini Kepuasan wisatawan tidak mempengaruhi Loyalitas destinasi PBB Setu Babakan. Menurut Griffin (2005) ada empat jenis loyalitas pelanggan, yaitu pelanggan tanpa loyalitas, loyalitas yang lemah, loyalitas tersembunyi, dan loyalitas premium. Kepuasan wisatawan yang terdiri dari tujuh indikator, yaitu kepuasan mengenai penginapan, atraksi wisata, perbelanjaan, makanan, kegiatan & acara, aksesibilitas, serta lingkungan tidak mempengaruhi loyalitas pengunjung untuk datang kembali.
Belum maksimalnya kegiatan acara pada malam hari menyebabkan Setu Babakan tidak dibuka untuk umum pada malam hari, sehingga pengunjung enggan datang pada malam hari. Belum banyaknya tempat-tempat penginapan yang tersedia akibat dari belum banyaknya wisatawan luar daerah yang berkunjung. Pengujung PBB Setu Babakan mayoritas berasal dari Jakarta dan sekitarnya yang tempat tinggalnya relatif dekat dengan Setu Babakan, sehingga tidak memerlukan tempat penginapan saat berkunjung. Selain itu, atraksi wisata dan acara hiburan yang disajikan juga masih terbatas, diadakan hanya pada siang hari saja, itupun biasanya diadakan hanya pada hari Minggu. Potensi atraksi wisata dan acara hiburan yang disajikan pada pagi dan malam hari belum digarap maksimal, sehingga tidak ada keinginan untuk menginap bagi para pengunjung yang datang.
Berdasarkan data angket pada penelitian tahun 2015-2016 diketahui bahwa wisatawan yang ragu-ragu dan tidak puas akan keunikan penginapan di Setu Babakan sekitar 50%. Untuk keragaman pilihan penginapan, responden yang ragu-ragu dan tidak puas sekitar 58%. Fasilitas penginapan, responden yang ragu-ragu dan tidak puas sekitar 45%. Untuk kualitas kebersihan, responden yang ragu-ragu dan tidak puas sekitar 40%.
Keberadaan rumah singgah (homestay) banyak pengunjung yang belum mengetahui fungsi tujuan awalnya, yaitu selain sebagai model rumah bergaya Betawi yang bisa disewakan kepada pengunjung untuk menginap. Rumah-rumah singgah ini dikelola secara swadaya oleh pemiliknya tanpa ada tenaga/karywan yang khusus merawat seperti hotel atau losmen pada umumnya. Kesiapan pemilik rumah singgah dalam menerima tamu juga menjadi penyebab kurang populernya homestay di PBB Setu Babakan. Jumlah kamar yang memadai dan fasilitas pendukung yang kurang menjadi penyebab sepinya pengunjung yang bermalam di rumah-rumah singgah. Bila ada wisatawan asing atau wisatawan dari daerah lain yang berkunjung ke Setu Babakan lebih memilih menginap di penginapan atau hotel-hotel yang berada di Jakarta Selatan atau Depok bila ingin tinggal lebih lama, karena fasilitas yang ditawarkan lebih memadai bila dibandingkan dengan rumah singgah.
 Ketersediaan tempat-tempat perbelanjaan yang menjual aneka cendera mata serta makanan dan minuman khas Setu Babakan  masih belum tertata baik. Para pedagang masih menempati lahan-lahan kosong di pinggir jalan serta taman dalam menjajakan barang dagangannya. Selain belum adanya tempat parkir yang memadai, keberadaan para pedagang ini sering menimbulkan kemacetan lalu lintas karena para pembeli akan berhenti atau memarkirkan kendaraannya di sepanjang jalan.
Kondisi lingkungan yang bersih belum cukup bagi pengunjung tanpa ditunjang faktor jaminan keamanan dan keselamatan pengunjung. Kebersihan danau memiliki tingkat ketidakpuasan tertinggi, yaitu sekitar 10,7%. Hal ini diakibatkan masih belum maksimalnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan danau, sampah yang berasal dari sungai masih sering masuk ke danau walaupun sudah ada tim khusus yang menangani kebersihan danau dan lingkungan Setu Babakan. Selain itu sekitar 6% pengunjung masih belum puas dan sekitar 33% masih ragu akan keamanan di Setu Babakan. Hal ini terkait lokasi parkir kendaraan yang masih belum tertata dan dikelola dengan baik, sehingga pengunjung khawatir akan kemanan kendarannya.
Bebasnya biaya masuk pagi pengunjung yang datang, baik masyarakat sekitar atau bukan masyarakat sekitar, dan dekatnya jarak tempat tinggal dengan lokasi Setu Babakan memungkinkan pengujung yang berasal dari masyarakat sekitar untuk datang pagi dan kembali lagi pada siang atau sore hari walaupun hanya sekadar keliling danau Setu Babakan. Begitu juga dengan pengunjung yang bukan berasal dari daerah sekitar, karena biaya yang dikeluarkan relatif murah, maka kemungkinan besar akan kembali lagi walaupun tidak puas dengan keadaan Setu Babakan.

Pengunjung tidak puas namun sering datang kembali
Komunitas Sepeda Tua (OSEBA & KOBA)
Pengunjung yang tidak puas dengan keadaan Setu Babakan namun sering mengunjungi Setu Babakan bisa juga berasal dari anggota suatu komunitas di Setu Babakan, seperti komunitas sepeda tua (OSEBA), sanggar tari, silat, memancing, fotografi, dll. Pengunjung seperti ini dapat dikategorkan sebagai pelanggan dengan loyalitas lemah karena ada semacam keharusan untuk datang ke Setu Babakan, tujuan utamanya bukan untuk berekreasi tetapi untuk menghadiri kegiatan komunitasnya.
Bagi pengunjung yang puas namun enggan datang kembali kemungkinan besar termasuk pengunjung dengan kategori pengunjung dengan loyalitas tersembunyi. Mayoritas pengunjung Setu Babakan datang bersama teman atau keluarganya, namun tidak semua anggota keluarganya menyukai acara-acara yang disajikan di Setu Babakan. Mungkin ayah atau ibunya menyukai dan puas dengan acara-acara budaya Betawi yang disajikan, atau menikmati aneka kuliner tradisonal Betawi dan ingin kembali lagi, namun anak-anaknya lebih meyukai berenang atau acara hiburan lain yang sesuai usianya sehingga keluarga tersebut akan mencari alternatif tempat hiburan atau objek wisata lain yang lebih mengakomodir kepentingan seluruh anggota keluarganya.
Sebagai contoh, mungkin keluarga tersebut akan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di lain waktu dibandingkan ke Setu Babakan, karena selain di TMII ada anjungan DKI Jakarta (Betawi) juga ada anjungan daerah-daerah lainnya yang lebih lengkap, selain itu fasilitas umum juga lebih lengkap, arena bermain anak-anak memadai dan banyak atraksi wisata lain yang ditawarkan pada siang sampai malam hari.
PBB Setu Babakan belum memiliki atraksi wisata yang benar-benar unik yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga. Hal ini terlihat dari kepuasan responden mengenai Atraksi wisata dimana sekitar 47% responden manyatakan ragu-ragu dan tidak puas dengan keragaman acara atraksi budaya yang ditampilkan. Selain itu penilaian responden mengenai daya tarik wisata alamnya, sekitar 40% menyatakan ragu-ragu dan tidak puas. Dengan demikian PBB Setu Babakan harus memiliki atraksi wisata, baik alam maupun buatan yang benar-benar unik dan dapat memuaskan seluruh anggota keluarga yang datang.
Selain itu sekitar 80% responden berusia dibawah 40 tahun, atau masih berusia muda, sehingga atraksi wisata dan acara-acara yang disajikan harus menarik dan dikemas sesuai dengan selera anak muda. Acara-acara musik, tari, teater, dan kesenian lain harus ada terobosan baru dalam penyajiannya sehingga lebih dapat diterima anak-anak muda namun tetap berciri khas budaya Betawi. Dengan demikian loyalitas pengunjung Setu Babakan dengan kategori premium dapat tercipta.

Saran
Pengelola PBB Setu Babakan hendaknya meningkatkan kuantitas serta kualitas acara-acara dan hiburan yang ditampilkan, termasuk menciptakan terobosan-terobosan baru dalam acara musik dan kesenian yang berciri khas Betawi namun disukai berbagai lapisan masyarakat, terutama anak-anak muda, termasuk mengadakan acara dan kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari sehingga potensi wisata Setu Babakan dapat dikembangkan secara maksimal. Selain itu atraksi wisata yang tersedia hendaknya dibuat beragam dan benar-benar unik dan menjadi ciri khas Setu Babakan namun dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga yang datang;

Pengelola PBB Setu Babakan hendaknya meningkatkan meningkatkan keamanan, menjaga kebersihan danau dan lingkungan sekitar, menjaga sikap dan keramahan pedagang dan warga sekitar, pengadaan lokasi parkir yang memadai, dan menciptakan suasana lingkungan yang sejuk dan nyaman dengan cara merawat pohon serta fasilitas-fasilitas umum yang tersedia.  Selain itu hendaknya diadakannya pembinaan para pedagang sehingga kebersihan dan kualitas barang dagangannya tetap terjamin dan harga-harga barang dagangan juga harus diperhatikan sehingga pengunjung merasa nyaman dan tidak merasa dirugikan

Selain homestay, di area PBB Setu Babakan hendaknya dibuat hotel-hotel atau tempat penginapan yang memadai, yang sebelum pembangunannya diawali dengan perencanaan dan studi kelayakan yang matang di sekitar lokasi objek wisata tanpa meninggalkan aspek norma dan kultural masyarakat sekitar. Keberadaan hotel-hotel ini diharapkan akan meningkatkan daya tarik pengunjung terutama pengunjung dari luar daerah. Peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam mendukung pembangunan hotel-hotel atau penginapan ini, baik sebagai investor, karyawan hotel, maupun sebagai pelaku bisnis pendukung hotel-hotel tersebut sehingga tingkat perekonomian masyarakat dapat ditingkatkan.
sumber : 

Tuesday, February 28, 2017

Ada Pengaruh antara e-WOM dengan Citra destinasi PBB Setu Babakan

Pengaruh antara Electronic Word of Mouth (e-WOM) dengan Citra destinasi Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan 


Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2015-2016, dari tiga dimensi penyusun e-WOM, satu dimensi, yaitu kualitas e-WOM tidak mempengaruhi e-WOM secara keseluruhan dalam mempengaruhi Citra destinasi. Hal ini terlihat juga dari penilaian responden mengenai foto/komentar/ulasan pengguna internet memberikan informasi terkini mengenai Setu Babakan, dimana sekitar 30% responden menyatakan tidak setuju dan ragu-ragu. Selain itu juga penilaian responden mengenai foto/komentar/ulasan pengguna internet ditulis berdasarkan fakta atau kejadian yang sebenarnya, sekitar 20% responden menyatakan ragu-ragu dan ketidaksetujuannya mengenai hal tersebut. Peryataan bahwa foto/komentar/ulasan informasi mengenai Setu Babakan di internet dapat membantu pembaca dalam menilai Setu Babakan, sekitar 15% responden menyatakan ragu-ragu dan tidak setuju akan hal tersebut.
e-WOM Setu Babakan lebih dipengaruhi oleh bervariasinya informasi/gambar-gambar mengenai Setu Babakan di internet yang dikirim oleh banyak pengguna internet dibandingkan dengan keterkinian dan kelengkapan dari informasi atau gambar-gambar itu sendiri. Hal ini terlihat dari sekitar 80% responden setuju bahwa jumlah foto/komentar/ulasan pengguna internet banyak dan mudah dicari di internet. Selain itu juga ada sekitar 90% responden yang setuju dengan pernyataan bahwa informasi mengenai Setu Babakan di internet berasal dari banyak sumber dan bukan berasal dari satu orang saja.
Informasi yang disampaikan seseorang kepada orang lain mengenai Setu Babakan dari mulut ke mulut akan lebih cepat menyebar dengan adanya internet. Dengan internet seseorang dapat memanfaatkan komuniksi melalui website, email atau situs-situs  jejaring sosial seperti tweeter atau facebook untuk mencari atau memberikan informasi mengenai Setu Babakan. Informasi mengenai Setu Babakan yang awalnya dari satu orang bisa menyebar secara cepat atau menjadi viral ke orang lain  dengan adanya internet.
Lain halnya penyebaran e-WOM di media-media sosial seperti facebook, berita singkat atau foto lebih mudah disebarkan dan dilihat pengguna internet lain karena banyaknya pengguna jejaring sosial tersebut. Seseorang mungkin saja tidak berniat mencari informasi Setu Babakan namun pada saat membuka facebook ada foto-foto atau informasi singkat mengenai Setu Babakan yang diposting oleh pengguna facebook lain yang menarik perhatiannya sehingga orang tersebut tertarik dan berniat mengunjungi Setu Babakan di kemudian hari. Dengan demikian e-WOM Setu Babakan dikarenakan banyaknya penyebaran informasi singkat dan gambar atau foto-foto di media sosial yang diposting oleh penggunanya, dan secara tak sengaja dibaca atau dilihat pengguna media sosial yang lain. 
Maraknya pengunaan kamera digital dan mudahnya pengguna internet meng-upload foto di media sosial, seperti facebook, tweeter, instagram, dll lebih memudahkan seseorang menyebarkan foto dan informasi singkat mengenai Setu Babakan di internet.  Foto dan informasi singkat yang beredar akan lebih cepat dan luas peredarannya jika foto atau informasi singkat tersebut mendapat tanggapan, disukai (like) atau bahkan disebarkan ulang (share) oleh pegguna lain. Pada umumnya penguna facebook atau media sosial lainnya menginginkan sesuatu yang ditulisnya (status) serta foto-foto yang di-upload-nya disukai dan mendapatkan tanggapan positif dari pengguna lain. Ada kebanggaan tersendiri para pengguna media sosial jika foto atau statusnya disukai dan ditanggapi positif oleh banyak orang, sehingga foto-foto Setu babakan yang di-upload adalah foto-foto yang menarik yang diambil dari sudut-sudut terbaik, dengan demikian foto-foto Setu Babakan yang di-upload di media sosial bisa terkesan luar biasa dan tentu saja bisa  meningkatkan reputasi baik Setu Babakan. Semakin banyaknya e-WOM positif mengenai Setu Babakan tentu saja semakin meningkatkan Citra positif Setu Babakan.
Saran
Berpengaruhnya e-WOM terhadap Citra destinasi PBB Setu Babakan akan membawa dampak positif bagi Citra destinasi PBB Setu Babakan itu sendiri. Semakin banyak informasi dari mulut ke mulut di internet mengenai PBB Setu Babakan maka akan semakin populer dan meningkatnya Citra Setu Babakan di masyarakat. 
Agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi rinci mengenai Setu Babakan, seperti agenda kegiatan dan acara-acara yang akan dilaksanakan, maka hendaknya pengelola PBB Setu Babakan memiliki website resmi yang dikelola secara professional dimana informasi atau berita yang dimuat adalah informasi terkini dan sesuai fakta yang sebenarnya. 
Di samping itu pengelola situs hendaknya adalah orang-orang yang benar-benar mengetahui tentang Setu Babakan sehingga informasi yang beredar dimasyarakat bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 
Informasi mengenai acara-acara di PBB Setu Bababakan dapat berupa foto atau poster-poster kegiatan yang disebarkan di media sosial dengan kreatif. Adapun penyebar foto atau poster tersebut hendaknya melibatkan banyak orang atau semacam tim sehingga selain lebih luas penyebaran informasinya, sumber informasinya juga akan terkesan berasal dari banyak sumber pengirim pesan e-WOM
Adanya berbagai komunitas hobi di Setu Babakan, seperti komunitas sepeda tua (OSEBA), fotografi, sanggar tari, mancing, dan lain-lain dapat dirangkul untuk bekerjasama dalam menyebarkan e-WOM ini di internet. 
Selain itu hendaknya disediakannya akses internet gratis pada tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan pengunjung berselancar di dunia maya, dengan harapan pengunjung tersebut menyebarkan foto-foto kegiatan atau informasi mengenai Setu Babakan di internet.
sumber : 

Sunday, February 12, 2017

Pengaruh eWOM terhadap Citra destinasi, Kepuasan wisatawan, dan Loyalitas destinasi di Setu Babakan

by. Salman Paludi

Pendahuluan
Kehadiran internet membawa dampak perubahan yang besar bagi seseorang menyampaikan pesan atau informasi kepada orang lain. Jarak dan waktu bukan halangan lagi bagi seseorang untuk berbagi informasi kepada orang lain. Informasi yang disampaikan seseorang tidak hanya terbatas hanya berita suatu kejadian saja tetapi juga informasi mengenai produk-produk tertentu. Dengan besarnya angka pengguna internet di Indonesia dan diperkirakan akan  naik secara signifikan dari tahun ke tahun maka pengguna internet di Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial bagi perusahan untuk memasarkan produk-produknya. Selengkapnya di sini

Saturday, February 11, 2017

Gambaran Umum Objek Wisata Setu Babakan

Gambaran Umum Objek Wisata Setu Babakan
by. Salman Paludi ~ Pebruari 2017

Obyek wisata Setu Babakan memiliki daya tarik yang berupa tiga jenis wisata dalam satu lokasi wisata yang potensial, antara lain sebagai berikut.
1. Wisata Air
Setu atau Setu Babakan merupakan danau yang terletak di Jakarta Selatan yang dikembangkan dan dikelola oleh Unit Pengelola Kawasan Perkampunan Budaya Betawi dibawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setu babakan adalah danau yang terbentuk secara alami dengan luas sekitar 25 Ha dengan fungsi utama adalah sebagai daerah resapan air dan diperbolehkan digunakan sebagai obyek wisata selama tidak mengganggu fungsi utamanya. Batas fisik danau/Setu Babakan adalah sebagai berikut :
- Sebelah Utara           : RW 006 dan 008 Kelurahan Srengseng Sawah
- Sebelah Selatan         : RW 007 Kelurahan Srengseng Sawah
- Sebelah Timur           : RW 006 Kelurahan Srengseng Sawah
- Sebelah Barat            : RW 008 Kelurahan Srengseng Sawah




Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan daya tarik sebuah Setu sebagai obyek wisata adalah dengan mengembangkan wisata air. Pengelola PBB Setu Babakan mengembangkan wisata air berupa berbagai olahraga air, yaitu sepeda air dan memancing. Pengunjung diharuskan membayar untuk menaiki sepeda air, namun tidak dipungut bayaran bagi pengunjung yang ingin memancing. Wisata air ini tidak hanya dapat dinikmati pada akhir pekan, namun dapat dinikmati setiap hari. Selain itu terdapat pula perahu kano dan perahu naga yang disewakan.
2. Wisata Budaya
Wisata budaya adalah suatu kegiatan wisata yang bertujuan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai tradisional yang dikemas dengan menarik. Wisata budaya yang disajikan langsung di Setu Babakan yaitu :
1.         Latihan dan pagelaran kesenian Betawi diadakan rutin setiap hari Minggu mulai jam 09.00 – 17.00 WIB. Latihan seni musik, tari, dan teater tradisional Betawi yang diselenggarakan di arena teater terbuka serta latihan silat Betawi Beksi dilakukan pada pagi hari untuk remaja dan anak-anak. Untuk pagelaran seni musik (Gambang Kromong, Samrah, Gambus, Qasidah, Hadroh, Marawis, Keroncong Betawi, Tanjidor, dll), seni peran (Lenong Preman, Topeng Betawi, dll), Wayang Kulit Betawi, biasa diadakan pada hari Minggu siang dengan jadwal yang ditentukan oleh pengelola PBB Setu Babakan.
2.         Acara prosesi budaya Betawi seperti upacara pernikahan, sunatan, khatam Qur’an, aqiqah, nujuh bulanan, injak tanah, dan ngaderes yang jadwalnya bersifat seremonial/insidental sekali setahun pada pertengahan tahun.

3.         Pengenalan tata graha (rumah/bangunana khas Betawi dianataranya model daun pintu dan jendela yang besar serta motif gigi belalang pada pinggiran atap rumah). Pengenalan tata boga, berbagai hasil industri rumah tangga berupa makanan tradisional Betawi tersedia di Setu Babakan antara lain kerak telor, laksa, tauge goreng, gado-gado, soto, ikan pecak, geplak, dodol, geplak, wajik rangi, rengginang, tape uli, lapis talam, onde-onde, dan bir pletok. Pengenalan tata busana (pakaian khas Betawi) seperti baju Kebaya Encim serta baju Pangsi Betawi. 

 3.        Wisata Agro
Wisata agro adalah suatu bentuk kegiatan wisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai obyek wisata dengan tujuan rekreasi, keperluan ilmu pengetahuan, memperkaya pengalaman, dan memberikan peluang usaha dibidang pertanian/pohon khas Betawi seperti : kecapi, belimbing, rambutan, nangka, alpukat, jambu, sawo, dll. Daya tarik dan keunikan wisata agro di Perkampungan Budaya Betawi adalah lokasi pertanian yang berada di pekarangan rumah penduduk Perkampungan Budaya Betawi. Konsep dari wisata agro ini adalah tuan rumah yang memberikan buah-buahan pada wisatawan yang tertarik untuk singgah di rumah-rumah penduduk sebagai tanda hormat. Namun, pada pelaksanaannya, penduduk Perkampungan Budaya Betawi lebih memilih untuk menjual buah-buahan tersebut di sekitar Setu Babakan. Untuk wisata agro ini terbentur produktifitas tanaman yang tergantung musiman sehingga tidak bisa disajikan setiap saat.
Pohon alpukat, salah satu buah dan pohon bibit yang dikembangkan masyarakat sekitar PBB Setu Babakan

Selain tiga jenis wisata tersebut, terdapat beberapa unit usaha yang menyediakan berbagai sarana permainan dan hiburan diantaranya alat transportasi tradisional delman yang dapat disewa pengnjung. Terdapat pula sebuah komunitas sepeda tua (onthel) yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk mengelilingi Setu Babakan atau sebagai properti bagi pencinta fotografi.
      Setu Babakan sebagai bagian dari wilayah Perkampungan Budaya Betawi memiliki dua akses masuk utama, yaitu melalui Gerbang Bang Pitung di utara dan gerbang lainnya di selatan. Setu Babakan dapat dikunjungi mulai pukul 06.00 hingga pukul 18.00. Pengelola Perkampungan Budaya Betawi juga menyediakan fasilitas home stay sebanyak 67 unit rumah adat, yang merupakan rumah warga sekitar, bagi pengunjung yang ingin berkunjung dalam waktu lama. Beberapa fasilitas lainnya yang terdapat di Setu Babakan antara lain arena teater terbuka, contoh wisma, contoh rumah adat, ruang rapat lembaga, mushola, masjid dan toilet.


     Perkampungan budaya Betawi Setu Babakan ditargetkan akan menjadi wisata modern pada 2020. Untuk mewujudkannya, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mulai membangun kawasan seluas 70 hektar di lahan dengan luas total 289 hektar. Pembangunan tahap pertama adalah Zona A yang terdiri dari museum, gedung pertunjukan, penginapan, dan ruang pelatihan. Pembangunan itu berada di lahan seluas 3,2 hektar. Pembangunan tahap kedua adalah Zona B yang meliputi hutan kota di Setu Mangga Bolong. Adapun pembangunan tahap ketiga adalah Zona C berupa pulau buatan yang terletak di tengah Setu Babakan. Pulau itu akan difungsikan sebagai dermaga, resor, penginapan dan convention hall.

     Secara umum Setu Babakan dikelola oleh Unit Perkampungan Budaya Betawi di bawah Suku Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Namun, untuk pengelolaan tiket masuk, sarana permainan, parkir, dan ketertiban para pedagang diserahkan pada Satgas Gerakan Sosial Perkampungan Budaya Betawi, komunitas masyarakat setempat yang secara sukarela berpartisipasi dalam pengelolaan Perkampungan Budaya Betawi. Biaya masuk tidak dikenakan bagi pengunjung yang datang dengan berjalan kaki ataupun mengendarai sepeda. Bagi pengunjung yang berkunjung dengan mengendarai sepeda motor, dikenakan biaya masuk sebesar Rp 2.000 per motor dan Rp 5.000 per mobil bagi pengunjung yang berkunjung dengan mengendarai mobil. Rata-rata biaya yang dikenakan untuk menikmati sarana permainan di Setu Babakan adalah Rp 5.000 per orang. Pengunjung dapat memarkirkan kendaraan pribadi mereka di mana saja di sepanjang bantaran Setu Babakan. Namun, jika kendaraan pribadi pengunjung diparkirkan pada beberapa bagian tertentu di Setu Babakan, akan dikenakan biaya sebesar Rp 2.000 per sekali parkir. 




Daftar pustaka : 

Lembaga Pengelola PBB Setu Babakan

Lembaga Pengelola PBB Setu Babakan
by. Salman Paludi ~ Pebruari 2017

PBB Setu Babakan yang didirikan pada tanggal 18 Agustus tahun 2000 melalui SK Gubernur DKI Jakarta No. 92 tahun 2000 Tentang Penataan Lingkungan Perkampungan Budaya Betawi di Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan, merupakan aspirasi warga etnis Betawi melalui Badan Musyawarah (Bamus) Betawi yang menginginkan memiliki Pusat Perkampungan Budaya Betawi untuk melestarikan budaya Betawi. Seiring perjalanan waktu, PBB Setu Babakan terus mendapat perhatian dari Pemerintah DKI Jakarta diantaranya diterbitkannya Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No.3 Tahun 2005 tentang Penetapan Perkampungan Budaya Betawi di Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan. Pengembangan Setu Babakan sebagai Perkampungan Budaya Betawi juga tercantum dalam visi misi Jakarta Selatan dalam RTRW Kota/Kab Provinsi DKI Jakarta 2030, yaitu Mempertahankan wilayah bagian selatan sebagai kawasan resapan air melalui pengendalian kawasan terbangun dan mempertahankan cagar budaya Betawi. Dalam Strategi Pengembangan Jakarta Selatan diantaranya disebutkan :
1.  Mengendalikan pemanfaatan ruang pada daerah aliran sungai, kanal, situ dan waduk, memanfaatkan badan air permukaan untuk kegiatan pariwisata serta membangun dan mempertahankan situ dan waduk untuk pengendalian aliran permukaan, banjir dan konservasi air;
2.        Memanfaatkan badan air permukaan untuk kegiatan pariwisata;
3.  Mempertahankan dan mengembangkan kawasan perkampungan budaya Betawi Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa sebagai Lingkungan Cagar Budaya.
Perkampungan budaya Betawi Setu Babakan ditargetkan akan menjadi wisata modern pada 2020. Untuk mewujudkannya, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mulai membangun kawasan seluas 70 hektar di lahan dengan luas total 289 hektar. Pembangunan tahap pertama adalah Zona A yang terdiri dari museum, gedung pertunjukan, penginapan, dan ruang pelatihan. Pembangunan itu berada di lahan seluas 3,2 hektar. Pembangunan tahap kedua adalah Zona B yang meliputi hutan kota di Setu Mangga Bolong. Adapun pembangunan tahap ketiga adalah Zona C berupa pulau buatan yang terletak di tengah Setu Babakan. Pulau itu akan difungsikan sebagai dermaga, resort, dan convention hall.
Sebagai objek wisata yang sedang berkembang, PBB Setu Babakan yang merupakan salah satu wisata budaya yang berada di Kota Jakarta, telah menarik sejumlah wisatawan, baik wisatawan asing maupun lokal, untuk mengunjungi objek wisata tersebut yang jumlahnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Sesuai Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No.3 Tahun 2005, PBB Setu Babakan memiliki luas ± 289 ha yang meliputi kawasan pemukiman, fasilitas umum, hutan kota, Setu Babakan, Setu Mangga Bolong dan mata air merupakan satu kestuan dalam pengelolaannya. Kawasan PBB Setu Babakan mencakup 4 (empat) Rukun Warga (RW), yaitu RW 06 – RW 09 yang terdiri dari 50 (lima puluh) buah Rukun Tetangga (RT) memiliki batas-batas fisik sebagai berikut :
·  Sebelah Utara      : Jalan RM. Kahfi II sampai dengan Jalan Desa Putera (Jl. H. Pangkat)
·  Sebelah Selatan   : Batas Wilayah Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Depok
·  Sebelah Timur     : Jalan Desa Putera (Jl. H. Pangkat), Jalan Pratama (Wika, Mangga bolong Timur) dan Jalan Lapangan Merah
·  Sebelah Barat     : Jalan RM. Kahfi II
Batas fisik tersebut tidak termasuk komplek Yon Zikon dan Komplek Desa Putra. Sesuai Perda No.3 Tahun 2005 Tentang Penetapan PBB Setu Babakan adalah bertujuan sebagai berikut :
1. Membina dan melindungi secara sunggunh-sungguh dan terus-menerus tata kehidupan serta nilai-nilai Budaya Betawi;
2. Memajukan dan menumbuhkembangkan nilai-nilai seni budaya Betawi sesuai dengan akar budayanya;
3. Menata dan memanfaatkan potensi lingkungan fisik baik alami maupun buatan yang bernuansa Betawi;
4. Mengendalikana pemanfaatan lingkungan fisik dan non fisik sehingga saling bersinergi untuk mempertahankan ciri khas Betawi.
Sesuai dengan Peraturan Perundang-Unadangan yang berlaku. Sedangkan yang menjadi sasaran dalam penetapan PBB Setu Babakan adalah :
1.      Tumbuh dan berkembangnya kesadaran masyarakat khususnya penduduk setempat akan pentingnya lingkungan kehidupan komunitas berbudaya Betawi sebagai upaya untuk mempertahankan kelestarian kerberadaan Perkampungan Budaya Betawi;
2.      Terbina dan terlindunginya lingkungan perkampungan yang memiliki system nilai, sistem norma, dan sistem kegiatan budaya Betawi;
3.      Dimanfaatkannya potensi lingkungan baik fisik maupun non fisik guna kepentingan peningkatan kesejahteraan sosial;
4.      Terkendalinya pemanfaatan ruang sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
Lembaga Pengelola PBB Setu Babakan melakukan pengelolaan kegiatan dan pelaksanaan harian di PBB Setu Babakan secara resmi yang sesuai dengan Perda No. 3 Tahun 2005 tentang Penetapan PBB Setu Babakan Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan yang terdiri dari unsur masyarakat dan Instansi pemerintah daerah DKI Jakarta. Tugas, kewenangan, fungsi dan ketenstuan bagi Lembaga Pengelola PBB Setu Babakan secara rinci dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 129  Tahun 2007 Tentang Lembaga Pengelola PBB di Kelurahan Srengseng sawah Kecamatan Jagakarsa Kota Administrasi Jakarta Selatan. Dalam Pegub tersebut disebutkan bahwa Lembaga Pengelola merupakan wadah pengorganisasian unsur masyarakat yang ditunjuk/ditugaskan Gubernur mewakili masyarakat dalam pengelolaan Perkampungan Budaya Betawi sesuai ketentuan Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2005 tentang Penetapan Perkampungan Budaya Betawi di Kelurahan Srengseng Sawah Jakarta Selatan. Pergub No. 129  Tahun 2007 tersebut juga menjadi dasar dikeluarkannya SK Gubernur No. 1193 Tahun 2012 Tentang Kepengurusan Lembaga Pengelola Perkampugan Budaya Betawi yang dipimpin oleh seorang Ketua dan berada di bawah serta bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas funsi dan kegiatannya. Susunan Pengurus Lembaga PBB tersebut terdiri dari Ketua, Komite Tata Kehidupan dan Budaya, Komite Kesenian dan Pemasaran, Komite Pengkajian, Pelatihan dan Pendidikan, serta Komite Pengawasan dan Pengendalian. Masa tugas Lembaga Pengelola adalah 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali periode berikutnya.
             Tugas Lembaga Pengelola adalah melaksanakan pengelolaan Perkampungan  Budaya Betawi yang bertujuan untuk :
1.      Memelihara dan melindungi tata kehidupan dan nilai budaya Betawi
2.      Menciptakan dan menumbuhkembangkan seni budaya Betawi
3.      Menata dan memanfaatkan potensi inkungan fisik, baik alami maupun buatan yang bernuansa Betawi, dan
4.      Mengendalikan pemanfaatan lingkungan fisik dan non fisik sehingga saling bersinergi untuk mempertahankan ciri khas Betawi.
      Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 305 tahun 2014 yang ditandatangai oleh Gubernur Basuki T. Purnama tanggal 31 Desember 2014 dibentuklah Organisasi dan Tata Kerja Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi. Unit ini merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam pelaksanaan pelestarian Perkampungan Budaya Betawi (PBB). Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, unit ini dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudyaan Provinsi DKI Jakarta.
Visi organisasi Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi adalah “Menjadi Pusat Pengembangan Budaya Betawi” sedangkan misinya adalah :
1. Mewujudkan Pusat Pengembangan Budaya khas Betawi (pendidikan, seni, makanan dan wisata)

2. Mewujudkan Pusat Pengembangan Lingkunan Fisik khas Betawi (alam, pertanian, wahana bermain dan olahraga). 

Pemanfaatan dan pengembangan PBB diarahkan kepada pemanfaatan dan pengembangan budaya, rumah tinggal, pendidikan, industri rumah tangga, pertanian, perikanan, peternakan dan objek wisata dengan sedapat mungkin mengikuti adat istiadat dan tradisi budaya yang hidup dalam masyarakat Betawi. Untuk bidang pendidikan dan budaya, PBB Setu Babakan memberikan pendidikan serta pengetahuan baru mengenai budaya Betawi bagi masyarakat umum melalui penduduk etnis Betawi yang tinggal di kawasan tersebut. Dalam hal rumah tinggal, pada awal penetapan daerah Setu Babakan sebagai kawasan Perkampungan Budaya Betawi sudah dilakukan sosialisai terhadap masyarakat sekitar bahwa tidak ada penggusuran rumah tinggal baik pada masyarakat bukan Betawi maupun masyarakat Betawi itu sendiri. Konsep yang ada adalah konsep penataan tempat tinggal seperti dipertahankannya gaya arsitektur dan ornamen khas Betawi pada rumah-rumah penduduk sekitar.
            Di bidang pertanian, perikanan dan peternakan, di Kelurahan Srengseng sawah, terdapat 11 (sebelas) buah lokasi peternakan dan perikanan serta 3 (tiga) kelompok tani yang seluruhnya berada di RW 08, yang menghasilkan buah-buahan, bibit tanaman buah-buahan, tanaman hias serta sayur-mayur. Di bidang Industri rumah tangga, terdapat 8 (delapan) industri rumah tangga di Kelurahan Srengseng Sawah, dimana 4 diantaranya berada di kawasan PBB Setu Babakan, yaitu tempat pembuatan dodol Betawi di RT 008/09, bir pletok di RT 009/08, kerupuk gendar di RT 003/06 dan cenderamata ondel-ondel serta baju pangsi Betawi di RT 008/09.

baca juga : Sejarah Perkampungan Budaya Betawi  Setu Babakan