Showing posts with label Landasan Teori. Show all posts
Showing posts with label Landasan Teori. Show all posts

Sunday, June 24, 2018

Begini hasil survey kepuasan pengunjung Setu Babakan, harga jajanan yang mahal menjadi sorotan khusus

oleh : Salman Paludi
Hasil survey pengunjung Setu Babakan pada tahun 2015-2016 yang dilakukan terhadap 280 data responden, dimana intensitas responden dalam mengunjungi Setu Babakan seluruhnya minimal dua kali, hal ini dimaksudkan agar responden lebih mengetahui situasi dan kondisi Setu Babakan. Mayoritas responden telah mengujungi lebih dari lima kali yaitu sebanyak 37,9% dan responden bersuku Jawa dan Betawi yang paling mendominasi yaitu sekitar 73%. Untuk alamat atau tempat tinggal, responden yang beralamat di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang paling mendominasi yaitu sekitar 55%. Untuk jenis kelamin, hampir 60% responden berjenis kelamin pria. Untuk status perkawinan, mayoritas responden atau 66,4% belum menikah, hal ini menjadi wajar karena mayoritas usia responden masih berusia 17-22 tahun, yaitu sebanyak 44,3% dan pekerjaan mayoritas responden adalah pelajar/mahasiswa, yaitu 38,6%. Pengeluaran perbulannya pun masih didominasi angka dibawah satu juta perbulannya, yaitu sebanyak 33,6%. Untuk tingkat pendidikan, SMU/D1 adalah mayoritas pendidikan terakhir responden, yaitu sebanyak 50%. 

Kepuasan Wisatawan
Dimensi kepuasan wisatawan yang terdiri dari tujuh dimensi, seluruhnya memiliki penilaian negatif yang relatif tinggi dari pengunjung. Untuk dimensi penginapan, keragaman pilihan penginapan menjadi hal yang paling tinggi dimana sekitar 21% pengunjung menyatakan tidak puas. Hal ini dikarenakan belum adanya penginapan atau hotel di sekitar Setu Babakan, yang ada hanyalah rumah singgah yang jumlahnya terbatas. Untuk atraksi wisata, keragaman atraksi budaya menjadi hal yang paling banyak penilaian negatif dari pengunjung dimana sekitar 16% pengunjung menyatakan tidak puas. Hal ini disebabkan karena pagelaran atraksi budaya hanya diadakan pada hari-hari tertentu saja, yaitu hari Minggu atau hari-hari lain yang khusus dijadwalkan. Sehingga pengunjung yang datang pada hari-hari biasa tidak bisa menyaksikan atraksi budaya.
Mengenai perbelanjaan, keragaman toko penjual barang cenderamata memiliki tingkat ketidakpuasan tertinggi dari pengunjung, yaitu sekitar 19%. Untuk keragaman makanan yang tersedia juga memiliki tingkat ketidakpuasan tertinggi yaitu sekitar 17%. Selain itu kenyamanan tempat makan serta harga-harga belanja juga menjadi sorotan khusus, dimana sekitar 14% pengunjung tidak puas dengan kenyamanan tempat makan dan sekitar 13% menyatakan tidak puas dengan harga-harga makanan. Hal ini disebabkan karena belum dikelolannya lokasi penjual makanan, minuman dan cenderamata di Setu Babakan dengan baik dan teratur.
Untuk aksesibilitas, lokasi parkir dan ketersdiaan informasi menjadi hal yang paling banyak mendapat penilaian negatif. Sekitar 18% pengujung menyatakan tidak puas dengan lokasi parkir yang tersedia. Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa lokasi parkir yang tersedia adalah badan jalan yang mengelilingi danau sehingga sering memacetkan arus lalu lintas. Untuk dimensi lingkungan, kebersihan danau memiliki tingkat ketidakpuasan tertinggi, yaitu sekitar 10,7%. Hal ini diakibatkan masih belum maksimalnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan danau , sampah yang berasal dari sungai masih sering masuk ke danau walaupun sudah ada tim khusus yang menangani kebersihan danau dan lingkungan Setu Babakan

daftar pustaka : 

Tuesday, June 5, 2018

Peran Electronic Word of Mouth (e-WOM) Dalam Mempromosikan Destinasi Pariwisata

oleh : Salman Paludi
Kehadiran internet membawa dampak perubahan yang besar bagi seseorang menyampaikan pesan atau informasi kepada orang lain. Jarak dan waktu bukan halangan lagi bagi seseorang untuk berbagi informasi kepada orang lain. Informasi yang disampaikan seseorang tidak hanya terbatas hanya berita suatu kejadian saja tetapi juga informasi mengenai produk-produk tertentu. Dengan besarnya angka pengguna internet di Indonesia dan diperkirakan akan  naik secara signifikan dari tahun ke tahun maka pengguna internet di Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial bagi perusahan untuk memasarkan produk-produknya.
Keputusan pembelian menjadi suatu hal yang penting untuk diperhatikan karena hal ini tentu akan menjadi suatu pertimbangan bagaimana suatu strategi pemasaran yang akan dilakukan perusahaan berikutnya. Dalam memasarkan produknya, perusahaan memerlukan suatu komunikasi dengan para konsumen atau masyarakat pada umumnya, karena dengan adanya komunikasi maka konsumen dapat mengetahui produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
Word of mouth (WOM ) marketing atau berita dari mulut ke mulut merupakan salah satu strategi dalam bauran promosi yang termasuk dalam bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix).  Ketika konsumen sudah memakai sebuah produk, maka konsumen akan melakukan penilaian terhadap produk tersebut dan jika suatu produk tersebut mampu memberi kepuasan dan kesan baik kepada konsumen, maka kemungkinan besar akan terjadi WOM  positif di antara konsumen dan calon konsumen laninya. Begitu juga sebaliknya, jika suatu produk belum mampu memberikan kepuasan kepada konsumennya, maka kemungkinan besar akan terjadi WOM  negatif di antara konsumen dan calon konsumen laninya. Rekomendasi dari pelanggan lain biasanya dianggap lebih dipercaya ketimbang promosi yang berasal dari perusahaan dan dapat sangat mempengaruhi keputusan orang lain untuk menggunakan (atau menghindari) suatu jasa. 
WOM  lebih cepat menyebar dengan adanya internet. Dengan internet seseorang dapat memanfaatkan komuniksi melalui website, email atau situs-situs  jejaring sosial seperti Tweeter, Myspace, atau Facebook untuk mencari atau memberikan informasi mengenai suatu produk-produk tertentu tak terkecuali informasi atau produk wisata yang menyertakan foto-foto tempat wisata tersebut. Dengan memanfaatkan internet, berita dari mulut ke mulut (WOM) tersebut istilahnya berubah menjadi e-WOM   atau electronic word of mouth.
Dunia virtual berbasis internet seperti Second Life dan jejaring sosial seperti Facebook dan Linkedln menawarkan peluang komunikasi dan pembelajaran bagi pemasar. Second Life memiliki format dan kampanye iklan virtual di berbagai komunitas, dengan fungsi bisnis yang sama seperti di dunia nyata. Seiring dengan makin maraknya jejaring sosial, pemasar mulai menggunakan aplikasi untuk mengidentifikasikan siapa yang berpengaruh dalam menyebarkana berita dari mulut ke mulut mengenai jasa tertentu. Pemasar yang ingin memetik keuntungan dari jaringan yang kaya ini perlu mengingat satu hal, bahwa mereka berada dalam komunitas di mana orang-orang tidak ingin diganggu oleh para pemasar. Oleh karena itu, pemasar harus menggunakan cara kreatif untuk berinteraksi dengan orang-orang di dalam jaringan ini. 
Indonesia yang merupakan Negara kepulauan yang kaya akan ragam budaya serta objek-objek wisatanya telah menjadi daerah tujuan wisata baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun demikian, perkembangan industri pariwisata Indonesia mengalami pasang surut sebagai akibat adanya perubahan ekonomi global serta akibat faktor-faktor lain dari dalam negeri, seperti krisis ekonomi, politik, berbagai bencana alam, teror bom, dan lain-lain.
Pengelolaan destinasi pariwisata bersifat kompleks sebagai akibat karakteristik yang berbeda-beda dari masing-masing destinasi. perbedaan karakteristik tersebut mempengaruhi pemilihan media sosial (situs jaringan, internet, Facebook dan Tweeter) yang ditujukan untuk wisatawan oleh destinasi pariwisata, dengan tujuan menata kualitas, pelayanan dan promosi guna meningkatkan jumlah dan kualitan kunjungan wisatawan. 
Maraknya penggunaan kamera digital mempermudah seseorang untuk berbagi gambar suatu daerah objek wisata yang dikunjunginya ke orang lain  melalui situs-situs jejaring sosial. Informasi mengenai suatu objek wisata yang awalnya dari satu seorang bisa menyebar secara cepat ke orang lain dengan adanya internet. Dengan demikian suatu objek wisata bisa lebih dikenal masyarakat melalui e-WOM   ini. Namun demikian, penggunaan media sosial (situs jaringan, internet, Facebook dan Tweeter) masih menghadapi berbagai kendala dalam kaitannya memenuhi kebutuhan informasi bagi pengguna, termasuk informasi tentang destinasi pariwisata. Adapun kendala yang dihadapi dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut ini :
Tabel 1.1 : Kendala Penggunaan Sosial Media di Destinasi Pariwisata
Media
Kendala
Situs Jaringan
1.    Update informasi di situs jaringan yang terlambat mengakibatkan wisatawan tidak memperoleh informasi terkini (up to date) tentang destinasi pariwisata (seperti produk, acara (event), pelayanan (service), transportasi (transportations).
2.    Terbatasnya jumlah sumber daya manusia (SDM) lokal di destinasi pariwisata yang mampu mengorganisasikan informasi destinasi pariwisata di situs, sehingga bergantung pada konsultan.
3.    Terbatasnya situs dengan fitur interaktif.
4.    Pada destinasi pariwisata tertentu, masih terkendala dengan dukungan jaringan komuniasi.

Facebook
Penggunaan Facebook terkait dengan topik, jika topiknya menarik dapat tanggapan besar. Topik-topik yang menarik dapat saja dibuat pengelola destinasi pariwisata (seperti topik liburan musim panen apel di Batu Malang dan topik liburan musim upacara Ngaben di Bali). Diperlukan kreativitas yang tinggi bagi pengelola destinasi pariwisata yang menggunakan situs jejaring sosial Facebook sebagai ajang mempromosikan produknya.

Twitter
Penggunaan Twitter erat kaitannya dengan figure, sehingga jika sosial media ini akan digunakan dalam pengelolaan destinasi pariwisata maka pemilihan figure harus menjadi pertimbangan utama agar distribusi atau sebaran informasi dapat merata ke semua strata yang ada di masyarakat.


Terlepas dari semua kendala pada tabel 1.1 di atas, harus diakui bahwa penggunaan sosial media pada desinasi pariwisata dapat memperoleh keuntungan, antara lain (1) mempercepat waktu penyampaian informasi terkait dengan destinasi pariwisata dari masyarakat ke pemerintah, atau sebaliknya dari pemerintah ke masyarakat; (2) memotong jalur birokrasi karena substansi yang akan disampaikan langsung dapat dikirim ke institusi atau lembaga dan orang yang benar-benar terkait; dan (3) informasi yang disampaikan bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pemangku kepentingan (stakeholders) pengelola destinasi pariwisata

baca juga : Pengertian e-WOM

daftar pustaka : 


     Lovelock, Christopher et.al, 2011. Pemasaran Jasa Manusia, Teknologi, Strategi . New Jersey: Pearson Prentice Hall

    Prasiasa, Dewa Putu Oka, 2013. Destinasi Pariwisata Berbasis Masyarakat, Jakarta, Salemba Humanika

Thursday, March 16, 2017

Citra Destinasi Setu Babakan Mempengaruhi Loyalitas Pengunjungnya

Pengaruh antara Citra Destinasi dengan Loyalitas Destinasi


Komunitas OSEBA
Semakin baik citranya semakin loyal juga pengunjungnya. Setu Babakan yang identik dengan Kebudayaan Betawi, pada umumnya mayoritas pengunjungnya adalah masyarakat sekitar Setu Babakan atau dari daerah lain yang relatif dekat ke Jakarta Selatan, seperti Jakarta Timur, Depok dan Bekasi. Hal ini terlihat dari hasil penelitian pada tahun 2016 dimana mayoritas pengunjung dari Jakarta Selatan sebanyak 28,6%, Jakarta Timur sebanyak 26,4%, Bekasi 19,3%, Depok 10,7% dan sisanya dari daerah lain seperti Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Bogor, dll. Mayoritas responden berasal dari suku Jawa sebanyak 42,9% dan bersuku Betawi sebanyak 30,7%. Dengan adanya Setu Babakan sebagai objek wisata menjadikan alternatif pilihan bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengisi waktu luang seperti berolah raga, berekreasi, melihat pagelaran kebudayaan Betawi, wisata kuliner khas Betawi, dan lain-lain  dengan biaya yang dikeluarkan relatif murah. Jika citra Setu Babakan sebagai Perkampungan Budaya Betawi dengan lingkungan yang masih asri tetap terjaga baik maka loyalitas pengunjung akan baik, namun jika citranya buruk maka pengujung akan beralih ke tempat-tempat lain yang lebih baik.
Acara serta hiburan yang ditampilkan menjadi penilaian tersendiri bagi pengunjung dalam menilai suatu objek wisata. Jika Setu Babakan sepi hiburan maka citranya akan buruk di masyarakat dan tentu saja masyarakat akan enggan berkunjung atau kembali lagi ke Setu Babakan. Berdasarkan angket responden dapat dilihat bahwa sekitar 30% responden masih ragu dan tidak setuju terhadap informasi dari internet mengenai acara yang disajikan di Setu Babakan beragam dan menarik. Informasi mengenai acara mayoritas berisi hiburan tradisional yang kemasan acaranya masih sederhana sehingga kurang menarik bagi sebagian orang. Selain itu belum ada atraksi wisata yang menarik yang dapat dinikmati seluruh keluarga selain danau dan acara tradisonal Betawi.
Salah satu sisi gedung di Setu Babakan
Akses jalan serta infrastruktur penunjang menjadi perhatian penting bagi pengunjung dalam menilai dan mengunjungi Setu Babakan. Jika kondisinya memadai maka citranya akan baik dan tentu saja pengunjung akan datang kembali di lain waktu, namun jika kondisinya buruk maka tentu saja pengunjung akan enggan kembali lagi. Berdasarkan data angket responden dapat diketahui bahwa sekitar 50% responden ragu-ragu dan tidak setuju bahwa fasilitas umum di Setu Babakan terawat dan memadai. Kondisi jalan juga dinilai masih kurang, dimana sekitar 40% responden meragukan dan tidak setuju bahwa kondisi jalan di Setu Babakan citrnya bagus.
Dimensi harga dan nilai, terutama harga makanan dan minuman yang dijual di PBB Setu Babakan juga harus diperhatikan. Berdasarkan data deskripsi variabel Citra destinasi, jumlah responden yang meragukan kewajaran harga makanan dan minuman sebesar 25,7% dan yang menyatakan tidak wajar sekitar 11%. Jika hal ini terus berlanjut maka citra Setu Babakan akan buruk bagi para pecinta kuliner, dan bukan tidak mungkin pengunjung akan beralih ke tempat-tempat lain untuk membeli  makanan & minuman sejenis yang harganya relatif lebih murah.
Saran
Pengelola PBB Setu Babakan hendaknya meningkatkan kuantitas serta kualitas acara-acara dan hiburan yang ditampilkan, termasuk menciptakan terobosan-terobosan baru dalam acara musik dan kesenian yang berciri khas Betawi namun disukai berbagai lapisan masyarakat, terutama anak-anak muda, termasuk mengadakan acara dan kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari sehingga potensi wisata Setu Babakan dapat dikembangkan secara maksimal. Selain itu atraksi wisata yang tersedia hendaknya dibuat beragam dan benar-benar unik dan menjadi ciri khas Setu Babakan namun dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga yang datang;
Pengelola PBB Setu Babakan hendaknya meningkatkan meningkatkan keamanan, menjaga kebersihan danau dan lingkungan sekitar, menjaga sikap dan keramahan pedagang dan warga sekitar, pengadaan lokasi parkir yang memadai, dan menciptakan suasana lingkungan yang sejuk dan nyaman dengan cara merawat pohon serta fasilitas-fasilitas umum yang tersedia.  Selain itu hendaknya diadakannya pembinaan para pedagang sehingga kebersihan dan kualitas barang dagangannya tetap terjamin dan harga-harga barang dagangan juga harus diperhatikan sehingga pengunjung merasa nyaman dan tidak merasa dirugikan. 
Selain homestay, di area PBB Setu Babakan hendaknya dibuat hotel-hotel atau tempat penginapan yang memadai, yang sebelum pembangunannya diawali dengan perencanaan dan studi kelayakan yang matang di sekitar lokasi objek wisata tanpa meninggalkan aspek norma dan kultural masyarakat sekitar. Keberadaan hotel-hotel ini diharapkan akan meningkatkan daya tarik pengunjung terutama pengunjung dari luar daerah. Peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam mendukung pembangunan hotel-hotel atau penginapan ini, baik sebagai investor, karyawan hotel, maupun sebagai pelaku bisnis pendukung hotel-hotel tersebut sehingga tingkat perekonomian masyarakat dapat ditingkatkan.

baca juga : 

Citra destinasi mempengaruhi Kepuasan wisatawan Setu Babakan


sumber : 

Monday, March 13, 2017

Citra destinasi mempengaruhi Kepuasan wisatawan Setu Babakan

Pengaruh antara Citra destinasi dengan Kepuasan wisatawan
Semakin baik komponen pelayanan suatu produk wisata maka akan semakin baik pula tingkat kepuasan pengunjungnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2016, dari sembilan dimensi penyusun Citra destinasi, delapan dimensi mempengaruhi Citra destinasi  PBB Setu Babakan, yaitu : wisata alam, acara dan hiburan, atraksi bersejarah/budaya, infrastruktur, aksesibilitas, relaksasi, kegiatan luar ruangan serta harga dan nilai, sedangkan satu dimensi, yaitu : lingkungan PBB Setu Babakan, tidak mempengaruhi Citra destinasinya.
Untuk dimensi lingkungan, berdasarkan angket terlihat bahwa penilaian responden mengenai informasi yang didapat dari internet mengenai keamanan di Setu Babakan terjamin, sekitar 30% menyatakan ragu-ragu dan tidak setuju akan hal tersebut. Hal ini terkait dengan keamanan pengunjung pada malam hari, selain minimnya lampu penerangan sekitar danau, tenaga kemananan yang bertugas juga dirasa masih kurang, terutama kemananan di lokasi parkir yang belum terpusat lokasinya. Untuk kebersihan, sekitar 34% ragu-ragu dan tidak setuju bahwa informasi yang beredar di internet bahwa kebersihan Setu Babakan terjaga baik. Kebersihan danau dipengaruhi air dari sungai yang masuk ke danau, sehingga bila air sungai kotor atau membawa sampah maka sampah tersebut akan masuk ke danau. Sudah ada petugas kebersihan danau yang didukung satu perahu boot namun terkadang petugas kebersihan baru bekerja pada pagi hari setelah banyak pengunjung yang datang, sehingga pengunjung masih melihat banyak sampah di danau. Selain itu kerapihan sekitar danau dinilai masih kurang, diantaranya jalan yang tidak rata, pagar di pinggir danau yang rusak, lampu penerangan yang rusak, dan keberadaan para pedagang yang belum teroganisir.
Untuk hal suasana, sekitar 20% responden meragukan dan tidak setuju bahwa informasi yang didapat dari internet bahwa di Setu Babakan suasananya menyenangkan. Hal ini terlihat dari kurang terawatnya sebagian sisi danau dan pohon-pohon pelindungnya sehingga terkesan gersang. Selain itu juga penilaian responden mengenai keramahan warga sekitar masih ada sekitar 15% yang ragu dan ketidaksetujuannya mereka mengenai keramahan warga sekitar di Setu Babakan. Hal ini terjadi terutama pada malam hari dimana pengunjung dilarang masuk oleh warga sekitar ke lokasi PBB Setu Babakan.
Setu Babakan yang memiliki citra sebagai pusat Perkampungan Budaya Betawi yang masih asri dan menarik perhatian pengunjungnya untuk menikmati objek wisata alam berupa danau dan atau pagelaran kesenian Betawi sambil menikmati kuliner khas Betawi di pinggiran kota Jakarta dengan biaya murah meriah. Jika pengujung yang datang mengalami hal yang sesuai dengan gambarannya maka kepuasan pengunjung akan tercipta. 
Berkembang pesatnya teknologi informasi dan foto digital memungkinkan seorang fotografer mengambil gambar/foto lingkungan Setu Babakan pada sudut-sudut tertentu serta mengeditnya agar terlihat menjadi sangat rimbun dan sejuk, namun tidak seluruhnya benar jika melihat kondisi langsung di lapangan. Foto-foto tersebutlah yang nanatinya akan beredar di internet dan diakses masyarakat khususnya para calon pengunjung. Setu Babakan yang lokasinya masih di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan, pengguna internet menganggap memiliki keadaan lingkungan yang relatif sama dalam hal keamanan, kebersihan, keramahan warga sekitar, suasana lingkungan  serta keadaan cuaca dengan lokasi-lokasi lain di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan. Jika Setu Babakan memiliki lingkungan yang benar-benar beda dengan wilayah lain di Jakarta maka akan Setu Babakan akan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Dengan demikian lingkungan yang sejuk dan asri harus benar-benar diciptakan di Setu Babakan untuk memuaskan pengunjung yang datang.

baca juga : Kepuasan tidak mempengaruhi loyalitas pengunjung Setu Babakan

sumber : 

Wednesday, March 1, 2017

Kepuasan tidak mempengaruhi loyalitas pengunjung Setu Babakan

Analisis Pengaruh antara Kepuasan Wisatawan dengan Loyalitas Destinasi PBB Setu Babakan

Pengunjung memadati Setu Babakan
Pada umumnya Kepuasan akan mempengaruhi Loyalitas, namun pada penelitian ini Kepuasan wisatawan tidak mempengaruhi Loyalitas destinasi PBB Setu Babakan. Menurut Griffin (2005) ada empat jenis loyalitas pelanggan, yaitu pelanggan tanpa loyalitas, loyalitas yang lemah, loyalitas tersembunyi, dan loyalitas premium. Kepuasan wisatawan yang terdiri dari tujuh indikator, yaitu kepuasan mengenai penginapan, atraksi wisata, perbelanjaan, makanan, kegiatan & acara, aksesibilitas, serta lingkungan tidak mempengaruhi loyalitas pengunjung untuk datang kembali.
Belum maksimalnya kegiatan acara pada malam hari menyebabkan Setu Babakan tidak dibuka untuk umum pada malam hari, sehingga pengunjung enggan datang pada malam hari. Belum banyaknya tempat-tempat penginapan yang tersedia akibat dari belum banyaknya wisatawan luar daerah yang berkunjung. Pengujung PBB Setu Babakan mayoritas berasal dari Jakarta dan sekitarnya yang tempat tinggalnya relatif dekat dengan Setu Babakan, sehingga tidak memerlukan tempat penginapan saat berkunjung. Selain itu, atraksi wisata dan acara hiburan yang disajikan juga masih terbatas, diadakan hanya pada siang hari saja, itupun biasanya diadakan hanya pada hari Minggu. Potensi atraksi wisata dan acara hiburan yang disajikan pada pagi dan malam hari belum digarap maksimal, sehingga tidak ada keinginan untuk menginap bagi para pengunjung yang datang.
Berdasarkan data angket pada penelitian tahun 2015-2016 diketahui bahwa wisatawan yang ragu-ragu dan tidak puas akan keunikan penginapan di Setu Babakan sekitar 50%. Untuk keragaman pilihan penginapan, responden yang ragu-ragu dan tidak puas sekitar 58%. Fasilitas penginapan, responden yang ragu-ragu dan tidak puas sekitar 45%. Untuk kualitas kebersihan, responden yang ragu-ragu dan tidak puas sekitar 40%.
Keberadaan rumah singgah (homestay) banyak pengunjung yang belum mengetahui fungsi tujuan awalnya, yaitu selain sebagai model rumah bergaya Betawi yang bisa disewakan kepada pengunjung untuk menginap. Rumah-rumah singgah ini dikelola secara swadaya oleh pemiliknya tanpa ada tenaga/karywan yang khusus merawat seperti hotel atau losmen pada umumnya. Kesiapan pemilik rumah singgah dalam menerima tamu juga menjadi penyebab kurang populernya homestay di PBB Setu Babakan. Jumlah kamar yang memadai dan fasilitas pendukung yang kurang menjadi penyebab sepinya pengunjung yang bermalam di rumah-rumah singgah. Bila ada wisatawan asing atau wisatawan dari daerah lain yang berkunjung ke Setu Babakan lebih memilih menginap di penginapan atau hotel-hotel yang berada di Jakarta Selatan atau Depok bila ingin tinggal lebih lama, karena fasilitas yang ditawarkan lebih memadai bila dibandingkan dengan rumah singgah.
 Ketersediaan tempat-tempat perbelanjaan yang menjual aneka cendera mata serta makanan dan minuman khas Setu Babakan  masih belum tertata baik. Para pedagang masih menempati lahan-lahan kosong di pinggir jalan serta taman dalam menjajakan barang dagangannya. Selain belum adanya tempat parkir yang memadai, keberadaan para pedagang ini sering menimbulkan kemacetan lalu lintas karena para pembeli akan berhenti atau memarkirkan kendaraannya di sepanjang jalan.
Kondisi lingkungan yang bersih belum cukup bagi pengunjung tanpa ditunjang faktor jaminan keamanan dan keselamatan pengunjung. Kebersihan danau memiliki tingkat ketidakpuasan tertinggi, yaitu sekitar 10,7%. Hal ini diakibatkan masih belum maksimalnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan danau, sampah yang berasal dari sungai masih sering masuk ke danau walaupun sudah ada tim khusus yang menangani kebersihan danau dan lingkungan Setu Babakan. Selain itu sekitar 6% pengunjung masih belum puas dan sekitar 33% masih ragu akan keamanan di Setu Babakan. Hal ini terkait lokasi parkir kendaraan yang masih belum tertata dan dikelola dengan baik, sehingga pengunjung khawatir akan kemanan kendarannya.
Bebasnya biaya masuk pagi pengunjung yang datang, baik masyarakat sekitar atau bukan masyarakat sekitar, dan dekatnya jarak tempat tinggal dengan lokasi Setu Babakan memungkinkan pengujung yang berasal dari masyarakat sekitar untuk datang pagi dan kembali lagi pada siang atau sore hari walaupun hanya sekadar keliling danau Setu Babakan. Begitu juga dengan pengunjung yang bukan berasal dari daerah sekitar, karena biaya yang dikeluarkan relatif murah, maka kemungkinan besar akan kembali lagi walaupun tidak puas dengan keadaan Setu Babakan.

Pengunjung tidak puas namun sering datang kembali
Komunitas Sepeda Tua (OSEBA & KOBA)
Pengunjung yang tidak puas dengan keadaan Setu Babakan namun sering mengunjungi Setu Babakan bisa juga berasal dari anggota suatu komunitas di Setu Babakan, seperti komunitas sepeda tua (OSEBA), sanggar tari, silat, memancing, fotografi, dll. Pengunjung seperti ini dapat dikategorkan sebagai pelanggan dengan loyalitas lemah karena ada semacam keharusan untuk datang ke Setu Babakan, tujuan utamanya bukan untuk berekreasi tetapi untuk menghadiri kegiatan komunitasnya.
Bagi pengunjung yang puas namun enggan datang kembali kemungkinan besar termasuk pengunjung dengan kategori pengunjung dengan loyalitas tersembunyi. Mayoritas pengunjung Setu Babakan datang bersama teman atau keluarganya, namun tidak semua anggota keluarganya menyukai acara-acara yang disajikan di Setu Babakan. Mungkin ayah atau ibunya menyukai dan puas dengan acara-acara budaya Betawi yang disajikan, atau menikmati aneka kuliner tradisonal Betawi dan ingin kembali lagi, namun anak-anaknya lebih meyukai berenang atau acara hiburan lain yang sesuai usianya sehingga keluarga tersebut akan mencari alternatif tempat hiburan atau objek wisata lain yang lebih mengakomodir kepentingan seluruh anggota keluarganya.
Sebagai contoh, mungkin keluarga tersebut akan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di lain waktu dibandingkan ke Setu Babakan, karena selain di TMII ada anjungan DKI Jakarta (Betawi) juga ada anjungan daerah-daerah lainnya yang lebih lengkap, selain itu fasilitas umum juga lebih lengkap, arena bermain anak-anak memadai dan banyak atraksi wisata lain yang ditawarkan pada siang sampai malam hari.
PBB Setu Babakan belum memiliki atraksi wisata yang benar-benar unik yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga. Hal ini terlihat dari kepuasan responden mengenai Atraksi wisata dimana sekitar 47% responden manyatakan ragu-ragu dan tidak puas dengan keragaman acara atraksi budaya yang ditampilkan. Selain itu penilaian responden mengenai daya tarik wisata alamnya, sekitar 40% menyatakan ragu-ragu dan tidak puas. Dengan demikian PBB Setu Babakan harus memiliki atraksi wisata, baik alam maupun buatan yang benar-benar unik dan dapat memuaskan seluruh anggota keluarga yang datang.
Selain itu sekitar 80% responden berusia dibawah 40 tahun, atau masih berusia muda, sehingga atraksi wisata dan acara-acara yang disajikan harus menarik dan dikemas sesuai dengan selera anak muda. Acara-acara musik, tari, teater, dan kesenian lain harus ada terobosan baru dalam penyajiannya sehingga lebih dapat diterima anak-anak muda namun tetap berciri khas budaya Betawi. Dengan demikian loyalitas pengunjung Setu Babakan dengan kategori premium dapat tercipta.

Saran
Pengelola PBB Setu Babakan hendaknya meningkatkan kuantitas serta kualitas acara-acara dan hiburan yang ditampilkan, termasuk menciptakan terobosan-terobosan baru dalam acara musik dan kesenian yang berciri khas Betawi namun disukai berbagai lapisan masyarakat, terutama anak-anak muda, termasuk mengadakan acara dan kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari sehingga potensi wisata Setu Babakan dapat dikembangkan secara maksimal. Selain itu atraksi wisata yang tersedia hendaknya dibuat beragam dan benar-benar unik dan menjadi ciri khas Setu Babakan namun dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga yang datang;

Pengelola PBB Setu Babakan hendaknya meningkatkan meningkatkan keamanan, menjaga kebersihan danau dan lingkungan sekitar, menjaga sikap dan keramahan pedagang dan warga sekitar, pengadaan lokasi parkir yang memadai, dan menciptakan suasana lingkungan yang sejuk dan nyaman dengan cara merawat pohon serta fasilitas-fasilitas umum yang tersedia.  Selain itu hendaknya diadakannya pembinaan para pedagang sehingga kebersihan dan kualitas barang dagangannya tetap terjamin dan harga-harga barang dagangan juga harus diperhatikan sehingga pengunjung merasa nyaman dan tidak merasa dirugikan

Selain homestay, di area PBB Setu Babakan hendaknya dibuat hotel-hotel atau tempat penginapan yang memadai, yang sebelum pembangunannya diawali dengan perencanaan dan studi kelayakan yang matang di sekitar lokasi objek wisata tanpa meninggalkan aspek norma dan kultural masyarakat sekitar. Keberadaan hotel-hotel ini diharapkan akan meningkatkan daya tarik pengunjung terutama pengunjung dari luar daerah. Peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam mendukung pembangunan hotel-hotel atau penginapan ini, baik sebagai investor, karyawan hotel, maupun sebagai pelaku bisnis pendukung hotel-hotel tersebut sehingga tingkat perekonomian masyarakat dapat ditingkatkan.
sumber : 

Tuesday, February 28, 2017

Ada Pengaruh antara e-WOM dengan Citra destinasi PBB Setu Babakan

Pengaruh antara Electronic Word of Mouth (e-WOM) dengan Citra destinasi Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan 


Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2015-2016, dari tiga dimensi penyusun e-WOM, satu dimensi, yaitu kualitas e-WOM tidak mempengaruhi e-WOM secara keseluruhan dalam mempengaruhi Citra destinasi. Hal ini terlihat juga dari penilaian responden mengenai foto/komentar/ulasan pengguna internet memberikan informasi terkini mengenai Setu Babakan, dimana sekitar 30% responden menyatakan tidak setuju dan ragu-ragu. Selain itu juga penilaian responden mengenai foto/komentar/ulasan pengguna internet ditulis berdasarkan fakta atau kejadian yang sebenarnya, sekitar 20% responden menyatakan ragu-ragu dan ketidaksetujuannya mengenai hal tersebut. Peryataan bahwa foto/komentar/ulasan informasi mengenai Setu Babakan di internet dapat membantu pembaca dalam menilai Setu Babakan, sekitar 15% responden menyatakan ragu-ragu dan tidak setuju akan hal tersebut.
e-WOM Setu Babakan lebih dipengaruhi oleh bervariasinya informasi/gambar-gambar mengenai Setu Babakan di internet yang dikirim oleh banyak pengguna internet dibandingkan dengan keterkinian dan kelengkapan dari informasi atau gambar-gambar itu sendiri. Hal ini terlihat dari sekitar 80% responden setuju bahwa jumlah foto/komentar/ulasan pengguna internet banyak dan mudah dicari di internet. Selain itu juga ada sekitar 90% responden yang setuju dengan pernyataan bahwa informasi mengenai Setu Babakan di internet berasal dari banyak sumber dan bukan berasal dari satu orang saja.
Informasi yang disampaikan seseorang kepada orang lain mengenai Setu Babakan dari mulut ke mulut akan lebih cepat menyebar dengan adanya internet. Dengan internet seseorang dapat memanfaatkan komuniksi melalui website, email atau situs-situs  jejaring sosial seperti tweeter atau facebook untuk mencari atau memberikan informasi mengenai Setu Babakan. Informasi mengenai Setu Babakan yang awalnya dari satu orang bisa menyebar secara cepat atau menjadi viral ke orang lain  dengan adanya internet.
Lain halnya penyebaran e-WOM di media-media sosial seperti facebook, berita singkat atau foto lebih mudah disebarkan dan dilihat pengguna internet lain karena banyaknya pengguna jejaring sosial tersebut. Seseorang mungkin saja tidak berniat mencari informasi Setu Babakan namun pada saat membuka facebook ada foto-foto atau informasi singkat mengenai Setu Babakan yang diposting oleh pengguna facebook lain yang menarik perhatiannya sehingga orang tersebut tertarik dan berniat mengunjungi Setu Babakan di kemudian hari. Dengan demikian e-WOM Setu Babakan dikarenakan banyaknya penyebaran informasi singkat dan gambar atau foto-foto di media sosial yang diposting oleh penggunanya, dan secara tak sengaja dibaca atau dilihat pengguna media sosial yang lain. 
Maraknya pengunaan kamera digital dan mudahnya pengguna internet meng-upload foto di media sosial, seperti facebook, tweeter, instagram, dll lebih memudahkan seseorang menyebarkan foto dan informasi singkat mengenai Setu Babakan di internet.  Foto dan informasi singkat yang beredar akan lebih cepat dan luas peredarannya jika foto atau informasi singkat tersebut mendapat tanggapan, disukai (like) atau bahkan disebarkan ulang (share) oleh pegguna lain. Pada umumnya penguna facebook atau media sosial lainnya menginginkan sesuatu yang ditulisnya (status) serta foto-foto yang di-upload-nya disukai dan mendapatkan tanggapan positif dari pengguna lain. Ada kebanggaan tersendiri para pengguna media sosial jika foto atau statusnya disukai dan ditanggapi positif oleh banyak orang, sehingga foto-foto Setu babakan yang di-upload adalah foto-foto yang menarik yang diambil dari sudut-sudut terbaik, dengan demikian foto-foto Setu Babakan yang di-upload di media sosial bisa terkesan luar biasa dan tentu saja bisa  meningkatkan reputasi baik Setu Babakan. Semakin banyaknya e-WOM positif mengenai Setu Babakan tentu saja semakin meningkatkan Citra positif Setu Babakan.
Saran
Berpengaruhnya e-WOM terhadap Citra destinasi PBB Setu Babakan akan membawa dampak positif bagi Citra destinasi PBB Setu Babakan itu sendiri. Semakin banyak informasi dari mulut ke mulut di internet mengenai PBB Setu Babakan maka akan semakin populer dan meningkatnya Citra Setu Babakan di masyarakat. 
Agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi rinci mengenai Setu Babakan, seperti agenda kegiatan dan acara-acara yang akan dilaksanakan, maka hendaknya pengelola PBB Setu Babakan memiliki website resmi yang dikelola secara professional dimana informasi atau berita yang dimuat adalah informasi terkini dan sesuai fakta yang sebenarnya. 
Di samping itu pengelola situs hendaknya adalah orang-orang yang benar-benar mengetahui tentang Setu Babakan sehingga informasi yang beredar dimasyarakat bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 
Informasi mengenai acara-acara di PBB Setu Bababakan dapat berupa foto atau poster-poster kegiatan yang disebarkan di media sosial dengan kreatif. Adapun penyebar foto atau poster tersebut hendaknya melibatkan banyak orang atau semacam tim sehingga selain lebih luas penyebaran informasinya, sumber informasinya juga akan terkesan berasal dari banyak sumber pengirim pesan e-WOM. 
Adanya berbagai komunitas hobi di Setu Babakan, seperti komunitas sepeda tua (OSEBA), fotografi, sanggar tari, mancing, dan lain-lain dapat dirangkul untuk bekerjasama dalam menyebarkan e-WOM ini di internet. 
Selain itu hendaknya disediakannya akses internet gratis pada tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan pengunjung berselancar di dunia maya, dengan harapan pengunjung tersebut menyebarkan foto-foto kegiatan atau informasi mengenai Setu Babakan di internet.
sumber : 

Sunday, February 12, 2017

Pengaruh eWOM terhadap Citra destinasi, Kepuasan wisatawan, dan Loyalitas destinasi di Setu Babakan

by. Salman Paludi

Pendahuluan
Kehadiran internet membawa dampak perubahan yang besar bagi seseorang menyampaikan pesan atau informasi kepada orang lain. Jarak dan waktu bukan halangan lagi bagi seseorang untuk berbagi informasi kepada orang lain. Informasi yang disampaikan seseorang tidak hanya terbatas hanya berita suatu kejadian saja tetapi juga informasi mengenai produk-produk tertentu. Dengan besarnya angka pengguna internet di Indonesia dan diperkirakan akan  naik secara signifikan dari tahun ke tahun maka pengguna internet di Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial bagi perusahan untuk memasarkan produk-produknya. Selengkapnya di sini

Saturday, February 11, 2017

Pengertian Pemasaran, Bauran Pemasaran, dan Bauran Promosi

Pengertian Pemasaran, Bauran Pemasaran, dan Bauran Promosi
by. Salman Paludi ~ Pebruari 2017
Pengertian Pemasaran
Pemasaran pada saat ini telah menjadi sebuah faktor penting dalam siklus yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan konsumen. Dalam salah satu perusahaan, pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, berkembang dan mendapatkan laba, kegiatan pemasaran perusahaan juga harus dapat memberikan kepuasan pada konsumen jika menginginkan usahanya tetap berjalan. Kesuksesan finansial sering bergantung pada kemampuan pemasaran. Finansial, operasi, auntansi, dan fungsi bisnis lainnya tidak akan berarti jika tidak cukup permintaan akan produk dan jasa sehingga perusahaan akan menghasilkan keuntungan.
            Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Penanganan proses pertukaran memerlukan banyak waktu dan keahlian. Manajemen pemasaran terjadi apabila sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang dikehendakinya. Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika, manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi. Definisi ini mengakui bahwa manajemen pemasaran adalah proses melibatkan analisa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian; yang mencakup barang, jasa, dan gagasan; yang tergantung dalam pertukaran; dan dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terlibat. 
Bauran Pemasaran
            Untuk mentransformasikan strategi pemasaran menjadi program pemasaran, haruslah dibuat keputusan mendasar dalam pengeluaran pemasaran, bauran pemasaran, dan alokasi pemasaran. Bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaranya dalam pasar sasaran. .
Empat unsur dari alat-alat bauran pemasaran yang dikenal dengan empat P, yaitu produk, harga, tempat, dan promosi.
            Alat bauran pemasaran yang paling mendasar adalah produk, yang merupakan penawaran berwujud perusahaan kepada pasar, yang mencakup kualitas, rancangan, bentuk, merek, dan kemasan produk. Pelayanan pendukung tersebut dapat memberikan keunggulan kompetitif dalam pasar persaingan global.
Alat pemasaran yang penting adalah harga, yaitu jumlah uang yang harus di bayar pelanggan untuk produk tertentu. Harganya harus sebanding dengan penawaran nilai kepada pelanggan. Jika tidak, pembeli akan berpaling ke produk pesaing.
Alat bauran pemasaran selanjutnya adalah tempat, termasuk berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran. Perusahaan harus mengidentifikasi, merekrut dan menghubungkan berbagai penyedia fasilitas pemasaran untuk menyediakan produk dan pelayanannya secara efisien kepada pasar sasaran.
Promosi merupakan alat bauran pemasaran keempat, meliputi semua kegiatan yang dilakukan untuk mengkomunikasikan dan mempromosikan produknya kepada pasar sasaran. Perusahaan harus membuat program komunikasi dan promosi yang terdiri dari iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat serta pemasaran langsung dan online.
Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan salah satu konsep kunci pemasaran modern. Bauran pemasaran dapat divisualisasikan seperti pada gambar


Bauran Promosi
Komunikasi merupakan kegiatan pemasaran yang paling terlihat atau terdengar – sebagian orang menganggapnya mengganggu – tetapi nilainya terbatas, kecuali jika digunakan secara optimal bersamaan dengan pemasaran lainnnya. Aksioma pemasaran lama mengatakan bahwa cara tercepat untuk membunuh suatu produk adalah mengiklankannya secara berlebihan. Strategi pemasaran yang didukung dengan penelitian yang cermat dan direncanakan dengan baik  juga akan menemui kegagalan apabila calon pelanggan tidak bisa mengenali keberadaan perusahaan, apa yang ditawarkan kepada mereka, proposisi dari nilai masing-masing produk, dan bagaimana menggunakan produk-produk itu agar bermanfaat. Pelanggan bisa jadi akan mudah tergiur oleh tawaran pesaing. Maka dari itu, komunikasi pemasaran, dalam bentuk apapun, menjadi hal penting bagi kesuksesan perusahaan. 
Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah sarana di mana perusahaan berusaha mengkomunikasikan, mambujuk, dan mengingatkan konsumen - secara langsung maupun tidak langsung – tentang produk dan merek yang dijual. Intinya, komunikasi pemasaran mempresentasikan “suara” perusahaan dan mereknya serta merupakan sarana di mana perusahaan dapat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen. Dalam memasarkan produknya, perusahaan memerlukan suatu komunikasi dengan para konsumen atau masyarakat pada umumnya, karena dengan adanya komunikasi maka konsumen dapat mengetahui produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Setiap perusahaan mempunyai kebijakan bauran promosi khusus, yang dianggap paling sesuai dan menguntungkan bagi perusahaan.
Promosi merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk dan jasa. Kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dan konsumen, melainkan juga sebagai alat untuk memengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian atau penggunaan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Hal ini dilakukan dengan menggunakan alat-alat promosi. Perangkat promosi yang dikenal mencakup aktivitas periklanan, penjualan perseorangan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran langsung, publikasi pemasaran, dan informasi atau berita dari mulut ke mulut (word of mouth). 

baca juga : 

Electronic Word of Mouth (eWOM)


daftar pustaka : 

Paludi, Salman, 2016. Analisis Pengaruh Electronic Word Of Mouth (E-Wom) Terhadap Citra Destinasi, KepuasanWisatawan, Dan Loyalitas Destinasi Perkampungan Budaya Betawi (PBB) SetuBabakan Jakarta Selatan. Tesis, MM IBN Jakarta

Kotler, Philip, 1997. Manajemen Pemasaran Marketing Management 9e, Analisis Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol. New Jersey: Prentice-Hall

Pitana, I Gde dan Diarta, I Ketut Surya, 2009. Pengantar Ilmu Pariwisata, Yogyakarta: Penerbit ANDI

Lovelock, Christopher et.al, 2011. Pemasaran Jasa Manusia, Teknologi, Strategi . New Jersey: Pearson Prentice Hall

Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane, 2009. Manajemen Pemasaran, Jilid 2, Edisi Ketiga Belas, Pearson Educations

Lupiyoadi, Lambat, 2014. Manajemen Pemasaran Jasa Berbasis Kompetensi, Edisi Ketiga, Jakarta, Salemba Empat